Minggu, 06 Desember 2020

BERUSAHA BERLIBUR BERKAH

Kejadian ini terjadi pada tanggal 02 -05 Desember 2020. Saat itu aku harus dines ke Karawang. Booking 2 malam 3 kamar hotel tapi masih terisi 2 kamar. Ada yang menyarankan untuk aku ngajak keluargaku untuk menginap di hotel tersebut toh 1 kamar masih kosong. Dalam hati pengen sih ngajak keluarga tapi di sisi lain hatiku ragu apakah boleh menggunakan fasilitas kantor? Dalam kegundahan aku melakukan garpu tala dan terbuka lah:

(QS. Al Anbiya’: 47). “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan”. 

Jleb.... aq belum berani cerita suami karena disisi lain pengen banget ngajak keluarga berlibur sekalian jemput aku, aku pengen membahagiakan keluarga tapi apakah harus dengan cara ini. dan kebetulan anakku yang pertama lagi tes di sekolah. mungkin memang ini jawaban Alloh, aku g boleh memakai fasilitas kantor, klo orang awam tahu apakah mereka tidak protes padaku? 

Ok, akhirnya aku berangkat, dan klaupun nanti keluargaku nginep aku akan pesen kamar lagi biaya sendiri. Pas sampai hotel dapatnya 2 kamar no smoking 1 kamar smoking. Dan tdak bisa dipinda yang smoking karena dah full. Aq tetap tenang optimis besok ada yang kosong, untuk keluargaku. 

Tanggal 3 sore dapat info kalo teman saya yang 1 kamar itu cuma 1 malam, alhamdulillah jadi bisa buat keluargaku... makasih ya Alloh.. Magnet Rezeki..... insyaAlloh



Minggu, 09 Juni 2013

POSITIF THINKING DENGAN ALLOH

Berniat mencari rezeki yang halal, yup hari itu hari Sabtu, saya dan ibu berniat belanja di Bandung. Alhamdulillah sampe Bandung jam 11.30 WIB, belanja kali ini hanya sampe jam 14.00 WIB. Cepet bukan.... karena kami ingin kembali ke Bogor tidak terlalu malam, paling g sekitar jam 7 malam lah. Yup dan kami pun naik bis ke arah Bandung sekitar pukul 15.00 WIB. Dan ternyata maceeeeeeett....... kami pun nyampe Bogor jam 20.20 WIB. Lima jam perjalanan broooo.... lelah tentunya.... sesampainya di rumah saya menyeletuk adikku yang lagi nonton TV, "Kok tumben ga nongkrong ama tetangga, biasanya jam segini nongkrong di depan rumah", dan jawab adikku "dari sore ujan, sekarang aja baru terang"..... Subhanalloh ternyata Alloh memang luar biasa mengatur jadwal kami, kami merasa Alloh meridhoi kami dalam mencari rezeki halal.Kalo pun tadi kami tidak kena macet, pasti kami nunggu di parkiran, karena cuma bawa jas ujan satu. Alhamdulillah...Barakalloh....^^

Selasa, 13 Maret 2012

M. RIFQI Bag. 2 dan M. RISQI SETIAWAN

Bulan Februari 2012

Hujan rintik-rintik kala malam itu di wilayah Depok. Aku menemani temanku yang sedang menunggu kawannya di halte ui. Karena masih gerimis, banyak orang yang berteduh di halte itu. Ada yang menjemput saudaranya/temannya turun dari kereta, ada pula yang memang menunggu bis kuning ui, ada juga yang memang sengaja menunggu gerimis agak reda. Sementara temanku berbincang dengan kawannya, aku asyik memperhatikan aktifitas orang-orang di halte tersebut. Saat itu jam tanganku menunjukkan pukul 19.30 WIB, dua orang anak loper koran lewat di depanku, mengingatkanku pada M. Rifqi. Timbul pertanyaan dalam benak “Di manakah rifqi sekarang?”. Kemudian aku melihat teman kos di halte itu dan akupun mengobrol bersama mereka. Tak lama mengobrol teman kospun berpamitan karena bis kuning ui telah tiba, akupun kembali asyik memperhatikan aktifitas orang di halte ui. Tiba-tiba salah satu anak loper Koran duduk di sebelahku. Tak ku sia-siakan kesempatan itu, akupun mengajak dia ngobrol. Awalnya aku menanyakan namanya. Dia bernama M. Riski Setiawan sedang nama anak loper koran satunya lagi bernama Guntur. M. Riski Setiawan duduk di bangku SMP sedang Guntur putus sekolah. Lalu aku mulai menanyakan keberadaan M. Rifqi. Dia kaget dan balik bertanya kenapa saya bisa kenal dia. Akupun mulai bercerita singkat, awal aku kenal dengannya. M. Riski Setiawan akhirnya mau bercerita bahwa M. Rifqi sudah dua bulan berhenti menjadi loper koran dan dia masih bersekolah. Ntah ada perasaan lega karena berarti keluarganya sudah mampu mencukupi kebutuhan sekolahnya, atau ntah apa. Aku tidak berani menanyakan lebih lanjut, toh anak loper koran ini juga tidak akan tahu jawabannya. Salah satu cara aku mendapatkan jawaban adalah mendatangi sekolahnya di Cawang. Entah kapan itu. Akupun mengalihkan pembicaraan dengan ngobrol seputar sepak bola yang merupakan hobi dari M. Riski Setiawan (walaupun aku juga tidak terlalu paham, apalagi sepak bola luar negeri). Alhamdulillah hari ini aku mendapatkan kabar keadaan M. Rifqi, dan aku punya kawan baru yaitu M. Riski Setiawan.

Minggu, 26 Februari 2012

WANITA. Bag.2

Seorng Lelaki inggris bertanya:
"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh nya?"Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor. Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat wanita kami. .)

WANITA. bag.1

Seorng Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?" Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth? Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami (Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria ...sembarangan

Rabu, 28 September 2011

PEMAIN SITER YANG TERSISIHKAN Bag.2





Alhamdulillahirobbil'alamin.
Lebaran tahun 2011 ini, Kau beri petunjuk pada kami sehingga kami menemukan rumah pemain siter itu. Rumah dengan ukuran sekitar 4x5 meter itu ternyata dihuni oleh 3 orang. Mbah Sanidi, Mbah Kasih dan adik Mbah Sanidi. Bahkan terkadang temannya juga menginap dirumahnya. Karena sudah tidak kuat. Maka urusan rumah tangga (seperti memasak, mencari kayu bakar, dll) di urus oleh adik nya. Walau dalam kesederhanaanya, mereka tetap bisa merayakan lebaran. Kami disuguhi satu toples sus kering, astor yang sudah mulai "ayem" dan kue tradisional. yang jelas tentu mereka tidak atau jarang makan kue tersebut karena usianya. Di salah satu dindingnya terpajang selembar majalah yang terdapat foto mereka dengan bertuliskan "PEMAIN SITER KINI TERSISIH". Majalah itu diperoleh ketika mereka ditanggap di salah satu rumah langganannya di Kota Blitar.

Ketika saya berta
nya kemana anaknya dan siapa penerus siter ini kelak. Ternyata anaknya telah terpisah ketika Agresi Militer II. Beliau tidak tahu keberadaanya kini. Anak-anak di sekitar beliau tinggal tidak ada yang tertarik untuk bermain siter. Anak-anak lebih tertarik dengan Band kata mereka. Jadi beliau tidak ada penerusnya. Kalaupun ada yang berminat, beliau dengan senang hati akan mengajari. Itulah salah satu alasan sampai saat ini, beliau masih menyempatkan diri seminggu sekali ke Blitar untuk menggaungkan siter.