Minggu, 09 Juni 2013
POSITIF THINKING DENGAN ALLOH
Kamis, 29 Maret 2012
Selasa, 13 Maret 2012
M. RIFQI Bag. 2 dan M. RISQI SETIAWAN
Bulan Februari 2012
Hujan rintik-rintik kala malam itu di wilayah Depok. Aku menemani temanku yang sedang menunggu kawannya di halte ui. Karena masih gerimis, banyak orang yang berteduh di halte itu. Ada yang menjemput saudaranya/temannya turun dari kereta, ada pula yang memang menunggu bis kuning ui, ada juga yang memang sengaja menunggu gerimis agak reda. Sementara temanku berbincang dengan kawannya, aku asyik memperhatikan aktifitas orang-orang di halte tersebut. Saat itu jam tanganku menunjukkan pukul 19.30 WIB, dua orang anak loper koran lewat di depanku, mengingatkanku pada M. Rifqi. Timbul pertanyaan dalam benak “Di manakah rifqi sekarang?”. Kemudian aku melihat teman kos di halte itu dan akupun mengobrol bersama mereka. Tak lama mengobrol teman kospun berpamitan karena bis kuning ui telah tiba, akupun kembali asyik memperhatikan aktifitas orang di halte ui. Tiba-tiba salah satu anak loper Koran duduk di sebelahku. Tak ku sia-siakan kesempatan itu, akupun mengajak dia ngobrol. Awalnya aku menanyakan namanya. Dia bernama M. Riski Setiawan sedang nama anak loper koran satunya lagi bernama Guntur. M. Riski Setiawan duduk di bangku SMP sedang Guntur putus sekolah. Lalu aku mulai menanyakan keberadaan M. Rifqi. Dia kaget dan balik bertanya kenapa saya bisa kenal dia. Akupun mulai bercerita singkat, awal aku kenal dengannya. M. Riski Setiawan akhirnya mau bercerita bahwa M. Rifqi sudah dua bulan berhenti menjadi loper koran dan dia masih bersekolah. Ntah ada perasaan lega karena berarti keluarganya sudah mampu mencukupi kebutuhan sekolahnya, atau ntah apa. Aku tidak berani menanyakan lebih lanjut, toh anak loper koran ini juga tidak akan tahu jawabannya. Salah satu cara aku mendapatkan jawaban adalah mendatangi sekolahnya di Cawang. Entah kapan itu. Akupun mengalihkan pembicaraan dengan ngobrol seputar sepak bola yang merupakan hobi dari M. Riski Setiawan (walaupun aku juga tidak terlalu paham, apalagi sepak bola luar negeri). Alhamdulillah hari ini aku mendapatkan kabar keadaan M. Rifqi, dan aku punya kawan baru yaitu M. Riski Setiawan.
Minggu, 26 Februari 2012
WANITA. Bag.2
Seorng Lelaki inggris bertanya:
"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh nya?"Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor. Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat wanita kami. .)
WANITA. bag.1
Seorng Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?" Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth? Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami (Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria ...sembarangan
Rabu, 28 September 2011
PEMAIN SITER YANG TERSISIHKAN Bag.2
Alhamdulillahirobbil'alamin.
Lebaran tahun 2011 ini, Kau beri petunjuk pada kami sehingga kami menemukan rumah pemain siter itu. Rumah dengan ukuran sekitar 4x5 meter itu ternyata dihuni oleh 3 orang. Mbah Sanidi, Mbah Kasih dan adik Mbah Sanidi. Bahkan terkadang temannya juga menginap dirumahnya. Karena sudah tidak kuat. Maka urusan rumah tangga (seperti memasak, mencari kayu bakar, dll) di urus oleh adik nya. Walau dalam kesederhanaanya, mereka tetap bisa merayakan lebaran. Kami disuguhi satu toples sus kering, astor yang sudah mulai "ayem" dan kue tradisional. yang jelas tentu mereka tidak atau jarang makan kue tersebut karena usianya. Di salah satu dindingnya terpajang selembar majalah yang terdapat foto mereka dengan bertuliskan "PEMAIN SITER KINI TERSISIH". Majalah itu diperoleh ketika mereka ditanggap di salah satu rumah langganannya di Kota Blitar.
Ketika saya berta
Kamis, 31 Maret 2011
CATATAN DARI USTADZ...
Setelah `terusir' dari kenikmatan surga, Nabiyullah Adam mengalami ujian berat. Berpisah dengan Siti Hawa di tempat yang sangat asing. Menurut riwayat, Adam dibuang ke India, Hawa di Palestina.
Hal yang sama juga dialami Nabi Yunus AS. Tiga hari berada di perut ikan raksasa. Apalagi, semua armada kapal mengetahui setelah diundi namanya yang keluar sebagai penumpang yang harus dikorbankan di lautan. Di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS diliputi rasa berdosa. Beliau yang telah meninggalkan dakwah itu pun mengalami `kesulitan hidup', berpisah dengan umat dan harus tertelan ikan besar.
Kesulitan akan selalu ada, termasuk manusia-manusia pilihan, yaitu nabi dan rasul. Bedanya, rasul dan nabi menyikapinya sebagai ibrah dan sarat pelajaran, sedangkan kita terkadang menambah jauh jarak kita dengan Allah, bahkan terkesan menyalahkan takdir-Nya. Bagi nabi dan rasul, kesulitan hidup mengukuhkan kedudukan. Bagi kita, kesulitan hidup memperburuk keadaan bahkan menjatuhkan kedudukan.
Kesulitan hidup ada yang datang karena ulah dari perbuatannya, tapi ada juga yang datang karena merupakan ujian dari Allah SWT. Bisa jadi sebagai teguran untuk mengingatkan, tapi bisa sebaliknya sebagai azab dan kutukan. Semoga saja kesulitan hidup yang kita alami bukan sebagai kutukan. Karena itu, jika ia adalah teguran untuk mengingatkan, inilah yang harus dilakukan supaya kesulitan hidup menjadi kenikmatan dan kebahagiaan hidup.
Pertama, tobat sungguh-sungguh dengan meminta maaf dan mengembalikan harta hasil kezalimannya (QS Al-Furqan: 70).
Kedua, bertakwa kepada Allah dengan menegakkan semua perintah-Nya, baik yang wajib maupun yang sunah dan secara bersamaan meninggalkan semua laranganNya, baik yang haram maupun yang makruh ataupun syubhat (QS At-Thalaq: 2-3).
Ketiga, perbanyak istighfar (QS Nuh: 10-12).
Nabi Adam terkenal dengan kalimat permohonan ampunnya, Rabbanaa zhalamnaa anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamna lana kuunanna minal khasirin, `'Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami, jika tidak Engkau ampuni sungguh kami tergolong orang-orang yang merugi.'' Begitu juga, Nabi Yunus dengan doa dan istghfarnya, Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimin, `'Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orangorang yang zalim.''
Keempat, sedekah (QS At-Thalaq: 8).
Kelima, menolong saudara yang dalam kesulitan (QS Muhammad: 7).
Keenam, selalu berdoa (QS Al-A'raf: 180).
Ketujuh, jangan tinggalkan tahajud (QS Al-Isra: 79).
Kedelapan, senantiasa dalam keadaan berzikir, baik di hati, pikiran, lisan, ataupun perbuatan (QS AlAhzab: 41-44).
Dan kesembilan, tawakal atau berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah segala-galanya sudah dilakukan (QS AtThalaq: 4). Wa Allahu A'lam.