Kamis, 17 Desember 2020

 AKUI KESALAHAN DAN KEMUDAHAN ITU DATANG (AJAIB...)

Hari Selasa 14 Desember 2020 aq mendapatkan 2 "bungkus permen" yang menarik yaitu 

  1. SPJ ternyata g masuk ke KPPN yang harusnya terakhir masuk tanggal 14 Desember 2020. Awalnya aq 50:50 merasa okey ini salah aku karena tidak kontrol di hari Senin, tapi disisi lain tugasku koreksi aja udah selesai.  Malamnya aku kok g tenang ya berusaha mengingat ilmu "Magnet Rezeki" yaitu mengakui kesalahan. Oke fix besok kalau dibahas, aq sudah niat mengakui kesalahan dan siap bertanggung jawab kalau harus menanggung uang SPJ tersebut (aq juga udah minta persetujuan suami akan hal ini). tentunya dengan bahasa yang rendah hati tidak emosi (disiplin kata menurut ilmu MR)
  2. Aq pulang kerja nebeng temen kantor, pas liat status temen kok pengen beli jeruk kimkit ya.... pas bilang suami katanya biar suami aja yang ambil karena kebetulan beliau bisa pulang cepet. Tapi kok aku kasian yaa, ya udah aku memutuskan beli sendiri tanpa ijin suami. Ndilalah pulang dari beli jeruk kimkit, aq sempat berhenti beberapakali untuk membetulkan tali ban yang jatuh sehingga akupun terlambat pulang ke rumah. rencananya magrib jadi setengah 7 sampai. Dan bener lah suami menegur, akupun minta keridloan suami untuk memaafkan aq.
oh iya hari selasa aku berencana ambil berkas rumah ke bank mandiri sama Winda temen kantorku, tapi g jadi karena winda harus menggantikan mbak Lina sebagai sekretaris Kapus karena mbak Lina harus istirahat. Aq nyoba wa orang mandiri klo mau ambil berkas dan ternyata mereka harus menyiapkan terlebih dahulu berkasnya dan harus datang bersama suami. Jadi pengambilan berkas diundur Rabu.

Nah setelah mendapat bungkus permen yang kedua, suami bilang Rabu ngantor di Kemayoran, AJAIB kok pas banget mau ambil berkas rumah ya.  Nah hari Rabunya rencananya pas istirahat siang aq dan suami ke bank Mandiri, mundur jadi jam 1 baru berangkat dari Ancol. Sebagai pengganjal perut, aku beli siomay buat makan bersama di mobil barangkali nanti bisa lunch bareng heheheh. 

Okay singkat cerita qta ambil berkas sampai setengah 3, berkas rumah itu nanti di urus Roya nya di BPN Kab. Bogor. Ehmmm... mau makan siang g jadi karena pasti jadi kelamaan balik kantor (padahal pengen makan bakso di deket batik keris  heheheh). pas aku tanya suami lapar g yah? bisa ditahan tapi klo siomay ya mau. kami langsung ke Ancol nganter aku begitu sampai Ancol pas adzan Ashar, alhamdulillah ajaib suami bisa jamaah di masjid. Aku beli nasi angkringan sebagai pengganjal perut sekalian buat suami (astaghfirulloh kan suami pesen siomay, aku lupa). Setelah aku minta maaf, suami pamit balik ke kantor kemayoran.

Sampai di ruangan kerja, atasanku menginstruksikan untuk mencari 9 dokumen perjalanan dinas tahun 2017. Yup 3 tahun yang lalu, kebanyang g sih. Ok aq berusaha tenang biar bisa berfikir cara mencari dokumen  tersebut. Bismillah bersama teman teman keuangan qta cari dokumen itu, satu demi satu sudah ketemu tinggal 1 dokumen lagi daaaannnn..... 1 dokumen itu dapat kami temukan pas Adzan Magrib. AJAIB....  KEAJAIBAN datang lagi..... ternyata aku dapat snack sore SIOMAY (sesuai keinginan suami). 2 bungkus lagi....

Waktu suami jemput aq dapat kabar klo pengurusan Roya nanti akan di urus oleh temennya Suami... AJAIB.... Ya Alloh terima kasih atas kejaiban yang bertubi tubi hari ini.....

Minggu, 06 Desember 2020

BERUSAHA BERLIBUR BERKAH

Kejadian ini terjadi pada tanggal 02 -05 Desember 2020. Saat itu aku harus dines ke Karawang. Booking 2 malam 3 kamar hotel tapi masih terisi 2 kamar. Ada yang menyarankan untuk aku ngajak keluargaku untuk menginap di hotel tersebut toh 1 kamar masih kosong. Dalam hati pengen sih ngajak keluarga tapi di sisi lain hatiku ragu apakah boleh menggunakan fasilitas kantor? Dalam kegundahan aku melakukan garpu tala dan terbuka lah:

(QS. Al Anbiya’: 47). “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan”. 

Jleb.... aq belum berani cerita suami karena disisi lain pengen banget ngajak keluarga berlibur sekalian jemput aku, aku pengen membahagiakan keluarga tapi apakah harus dengan cara ini. dan kebetulan anakku yang pertama lagi tes di sekolah. mungkin memang ini jawaban Alloh, aku g boleh memakai fasilitas kantor, klo orang awam tahu apakah mereka tidak protes padaku? 

Ok, akhirnya aku berangkat, dan klaupun nanti keluargaku nginep aku akan pesen kamar lagi biaya sendiri. Pas sampai hotel dapatnya 2 kamar no smoking 1 kamar smoking. Dan tdak bisa dipinda yang smoking karena dah full. Aq tetap tenang optimis besok ada yang kosong, untuk keluargaku. 

Tanggal 3 sore dapat info kalo teman saya yang 1 kamar itu cuma 1 malam, alhamdulillah jadi bisa buat keluargaku... makasih ya Alloh.. Magnet Rezeki..... insyaAlloh



Minggu, 09 Juni 2013

POSITIF THINKING DENGAN ALLOH

Berniat mencari rezeki yang halal, yup hari itu hari Sabtu, saya dan ibu berniat belanja di Bandung. Alhamdulillah sampe Bandung jam 11.30 WIB, belanja kali ini hanya sampe jam 14.00 WIB. Cepet bukan.... karena kami ingin kembali ke Bogor tidak terlalu malam, paling g sekitar jam 7 malam lah. Yup dan kami pun naik bis ke arah Bandung sekitar pukul 15.00 WIB. Dan ternyata maceeeeeeett....... kami pun nyampe Bogor jam 20.20 WIB. Lima jam perjalanan broooo.... lelah tentunya.... sesampainya di rumah saya menyeletuk adikku yang lagi nonton TV, "Kok tumben ga nongkrong ama tetangga, biasanya jam segini nongkrong di depan rumah", dan jawab adikku "dari sore ujan, sekarang aja baru terang"..... Subhanalloh ternyata Alloh memang luar biasa mengatur jadwal kami, kami merasa Alloh meridhoi kami dalam mencari rezeki halal.Kalo pun tadi kami tidak kena macet, pasti kami nunggu di parkiran, karena cuma bawa jas ujan satu. Alhamdulillah...Barakalloh....^^

Selasa, 13 Maret 2012

M. RIFQI Bag. 2 dan M. RISQI SETIAWAN

Bulan Februari 2012

Hujan rintik-rintik kala malam itu di wilayah Depok. Aku menemani temanku yang sedang menunggu kawannya di halte ui. Karena masih gerimis, banyak orang yang berteduh di halte itu. Ada yang menjemput saudaranya/temannya turun dari kereta, ada pula yang memang menunggu bis kuning ui, ada juga yang memang sengaja menunggu gerimis agak reda. Sementara temanku berbincang dengan kawannya, aku asyik memperhatikan aktifitas orang-orang di halte tersebut. Saat itu jam tanganku menunjukkan pukul 19.30 WIB, dua orang anak loper koran lewat di depanku, mengingatkanku pada M. Rifqi. Timbul pertanyaan dalam benak “Di manakah rifqi sekarang?”. Kemudian aku melihat teman kos di halte itu dan akupun mengobrol bersama mereka. Tak lama mengobrol teman kospun berpamitan karena bis kuning ui telah tiba, akupun kembali asyik memperhatikan aktifitas orang di halte ui. Tiba-tiba salah satu anak loper Koran duduk di sebelahku. Tak ku sia-siakan kesempatan itu, akupun mengajak dia ngobrol. Awalnya aku menanyakan namanya. Dia bernama M. Riski Setiawan sedang nama anak loper koran satunya lagi bernama Guntur. M. Riski Setiawan duduk di bangku SMP sedang Guntur putus sekolah. Lalu aku mulai menanyakan keberadaan M. Rifqi. Dia kaget dan balik bertanya kenapa saya bisa kenal dia. Akupun mulai bercerita singkat, awal aku kenal dengannya. M. Riski Setiawan akhirnya mau bercerita bahwa M. Rifqi sudah dua bulan berhenti menjadi loper koran dan dia masih bersekolah. Ntah ada perasaan lega karena berarti keluarganya sudah mampu mencukupi kebutuhan sekolahnya, atau ntah apa. Aku tidak berani menanyakan lebih lanjut, toh anak loper koran ini juga tidak akan tahu jawabannya. Salah satu cara aku mendapatkan jawaban adalah mendatangi sekolahnya di Cawang. Entah kapan itu. Akupun mengalihkan pembicaraan dengan ngobrol seputar sepak bola yang merupakan hobi dari M. Riski Setiawan (walaupun aku juga tidak terlalu paham, apalagi sepak bola luar negeri). Alhamdulillah hari ini aku mendapatkan kabar keadaan M. Rifqi, dan aku punya kawan baru yaitu M. Riski Setiawan.

Minggu, 26 Februari 2012

WANITA. Bag.2

Seorng Lelaki inggris bertanya:
"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh nya?"Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor. Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat wanita kami. .)

WANITA. bag.1

Seorng Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?" Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth? Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami (Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria ...sembarangan

Rabu, 28 September 2011

PEMAIN SITER YANG TERSISIHKAN Bag.2





Alhamdulillahirobbil'alamin.
Lebaran tahun 2011 ini, Kau beri petunjuk pada kami sehingga kami menemukan rumah pemain siter itu. Rumah dengan ukuran sekitar 4x5 meter itu ternyata dihuni oleh 3 orang. Mbah Sanidi, Mbah Kasih dan adik Mbah Sanidi. Bahkan terkadang temannya juga menginap dirumahnya. Karena sudah tidak kuat. Maka urusan rumah tangga (seperti memasak, mencari kayu bakar, dll) di urus oleh adik nya. Walau dalam kesederhanaanya, mereka tetap bisa merayakan lebaran. Kami disuguhi satu toples sus kering, astor yang sudah mulai "ayem" dan kue tradisional. yang jelas tentu mereka tidak atau jarang makan kue tersebut karena usianya. Di salah satu dindingnya terpajang selembar majalah yang terdapat foto mereka dengan bertuliskan "PEMAIN SITER KINI TERSISIH". Majalah itu diperoleh ketika mereka ditanggap di salah satu rumah langganannya di Kota Blitar.

Ketika saya berta
nya kemana anaknya dan siapa penerus siter ini kelak. Ternyata anaknya telah terpisah ketika Agresi Militer II. Beliau tidak tahu keberadaanya kini. Anak-anak di sekitar beliau tinggal tidak ada yang tertarik untuk bermain siter. Anak-anak lebih tertarik dengan Band kata mereka. Jadi beliau tidak ada penerusnya. Kalaupun ada yang berminat, beliau dengan senang hati akan mengajari. Itulah salah satu alasan sampai saat ini, beliau masih menyempatkan diri seminggu sekali ke Blitar untuk menggaungkan siter.



Kamis, 31 Maret 2011

CATATAN DARI USTADZ...

Oleh : Muhammad Arifin Ilham

Setelah `terusir' dari kenikmatan surga, Nabiyullah Adam mengalami ujian berat. Berpisah dengan Siti Hawa di tempat yang sangat asing. Menurut riwayat, Adam dibuang ke India, Hawa di Palestina.

Hal yang sama juga dialami Nabi Yunus AS. Tiga hari berada di perut ikan raksasa. Apalagi, semua armada kapal mengetahui setelah diundi namanya yang keluar sebagai penumpang yang harus dikorbankan di lautan. Di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS diliputi rasa berdosa. Beliau yang telah meninggalkan dakwah itu pun mengalami `kesulitan hidup', berpisah dengan umat dan harus tertelan ikan besar.

Kesulitan akan selalu ada, termasuk manusia-manusia pilihan, yaitu nabi dan rasul. Bedanya, rasul dan nabi menyikapinya sebagai ibrah dan sarat pelajaran, sedangkan kita terkadang menambah jauh jarak kita dengan Allah, bahkan terkesan menyalahkan takdir-Nya. Bagi nabi dan rasul, kesulitan hidup mengukuhkan kedudukan. Bagi kita, kesulitan hidup memperburuk keadaan bahkan menjatuhkan kedudukan.

Kesulitan hidup ada yang datang karena ulah dari perbuatannya, tapi ada juga yang datang karena merupakan ujian dari Allah SWT. Bisa jadi sebagai teguran untuk mengingatkan, tapi bisa sebaliknya sebagai azab dan kutukan. Semoga saja kesulitan hidup yang kita alami bukan sebagai kutukan. Karena itu, jika ia adalah teguran untuk mengingatkan, inilah yang harus dilakukan supaya kesulitan hidup menjadi kenikmatan dan kebahagiaan hidup.

Pertama, tobat sungguh-sungguh dengan meminta maaf dan mengembalikan harta hasil kezalimannya (QS Al-Furqan: 70).

Kedua, bertakwa kepada Allah dengan menegakkan semua perintah-Nya, baik yang wajib maupun yang sunah dan secara bersamaan meninggalkan semua laranganNya, baik yang haram maupun yang makruh ataupun syubhat (QS At-Thalaq: 2-3).

Ketiga, perbanyak istighfar (QS Nuh: 10-12).

Nabi Adam terkenal dengan kalimat permohonan ampunnya, Rabbanaa zhalamnaa anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamna lana kuunanna minal khasirin, `'Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami, jika tidak Engkau ampuni sungguh kami tergolong orang-orang yang merugi.'' Begitu juga, Nabi Yunus dengan doa dan istghfarnya, Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimin, `'Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orangorang yang zalim.''

Keempat, sedekah (QS At-Thalaq: 8).

Kelima, menolong saudara yang dalam kesulitan (QS Muhammad: 7).

Keenam, selalu berdoa (QS Al-A'raf: 180).

Ketujuh, jangan tinggalkan tahajud (QS Al-Isra: 79).

Kedelapan, senantiasa dalam keadaan berzikir, baik di hati, pikiran, lisan, ataupun perbuatan (QS AlAhzab: 41-44).

Dan kesembilan, tawakal atau berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah segala-galanya sudah dilakukan (QS AtThalaq: 4). Wa Allahu A'lam.

NETRAL...

Jangan melihat siapa yang memberi kita nasehat, tapi kata-kata apa yang telah dia ucapkan... Selama kata-kata itu membuat kita lebih mengingat ALLOH, terimalah ..Apapun kepribadian dia, hanya Alloh yang Maha Tahu...

Rabu, 26 Januari 2011

M. RIFQI

Hari itu (Januari 2011) aku terkena musibah. Gara-gara bangun kesiangan aku naik kereta pukul 07.15. Padahal biasanya aku naik yang jam 06.00. Yup, aku kecopetan. Uang yang akan aku kembalikan ke bendahara hilang. Aku merasa shock bukan karena jumlah uangnya tapi karena keteledoranku. Dan aku masih selamat dari benda tajam yang merobek tasku. Aku berpikir, mungkin uang itu bukan hakku tapi itu milik rakyat. Jadi biarlah kembali ke rakyat. Semoga uang itu digunakan untuk pendidikan oleh si pencopet.
Sore harinya aku masih trauma. Aku takut naik kereta. Tapi aku harus berani karena hanya kereta lah transportasi yang mudah dan cepat dari kos menuju kantorku. Karena keberanianku berkurang, aku kesulitan turun di UI, akhirnya aku turun di Pocin. Sambil menunggu kereta arah Jakarta, aku duduk di stasiun. Tak lama, aku di dekati anak loper koran. Aku beli lah. Sambil iseng-iseng bercerita tentang ada orang kecopetan, siapa tau dia kenal wajah-wajah si pencopet. Memang dia kenal orang-orang copet tapi dia juga tidak memberi gambaran yang jelas. Akhirnya aku alihkan pembicaraan. Kami berkenalan, dia bernama M. Rifqi. Sekolah di bangku SMP daerah cawang. Ayahnya sudah meninggal. Dia 3 bersaudara. Dia paling tua. Dia berjualan koran untuk membantu ibu dan agar tetap sekolah. Semoga itu keterangan yang jujur. Karena jika memang dia jujur, aku ingin melacak dimana sekolahnya dan bagaimana dia di sekolah. Jika memang Alloh meridhoi, izinkan salah satunya malalui hamba untuk memberikan haknya. Aku ingin ngobrol lama dengannya tapi kereta sudah tiba.
Semenjak pertemuan itu, aku ingin bertemu lagi karena ada banyak hal yang ingin aku bicarakan. Salah satunya nama sekolahnya, karena aku lupa. Sekitar dua bulan lebih aku mengajak teman SMAku Sugiani jalan-jalan di UI. Pulangnya naik “BIKUN”. Waktu di dalam bis ada anak yang menawarkan koran. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Tapi dia tetap memandangku. Sampai akhirnya sampai di stasiun UI, Sugiani bertanya, kamu kenal dengan anak loper koran itu. Aku bilang tidak, dia tadi hanya menawarkan koran dan aku geleng kepala. Sugiani bertanya lagi “Tapi kayaknya dia kenal kamu, kayaknya dia tidak hanya menawarkan tapi juga menyapamu”. Aku langsung teringat Astaghfirulloh. Iya aku kenal. Dia M. Rifqi. Aku menyesal kenapa aku bisa lupa dan tidak peka. Setelah mengantar Sugiani naik angkutan. Aku kembali ke halte stasiun UI. Dan dia tidak ada di sana. Ya Rabb ijinkan kami bertemu lagi.... miss u Rifqi....

LIA

Begitulah namanya. Sudah lama aku ingin tahu namanya dan kalau bisa mengenal lebih jauh lagi. Aku sering melihatmu di masjid. Kadang sendiri, kadang juga dengan anak yang lebih kecil lagi. Setiap ke masjid dan aku melihatmu menata sandal, aku sering mencuri-curi pandang. Ku berdoa pada Alloh agar kami diberi kesempatan untuk bertemu pada waktu yang tepat dan agar aku bisa bermain denganmu. Setelah berhari-hari hanya bisa mencuri-curi pandang, aku tak tahan lagi, ketika keberanianku mulai muncul, kami pun berkenalan. Lia namanya. Aku meminta agar Isya dia datang lagi karena aku ingin bermain dengannya. Ternyata dia menepati janji. Dia menunggu di bawah tangga. Kami ikut sholat isya berjamaah. Selesai sholat kami saling berpandangan dengan malu-malu. Kami pun bermain bersama mengenal bentuk dan menebali garis.
Esok hari adalah hari yang aku tunggu-tungg
u. Aku sudah mempersiapkan bahan untuk pertemuan hari ini. Agar tidak terlalu malam, aku menunggu isya di masjid. Yup, Lia ada di masjid. Anak kecil yang mengaku berumur 4 tahun itu tidak sendiri, dia bersama adiknya, Bayu namanya. Seperti biasa dia menata sandal para jamaah. Hari itu ramai orang sampai isya hampir tiba, masjid masih ramai. Alhamdulillah hari ini banyak orang sembahyang di masjid. Karena terlalu sibuk melihat orang aku lupa, di mana Lia. Ternyata dia sudah pulang. Ada perasaan sedih hari itu tidak bisa bertemu dengannya. Keesokan hari dia juga tidak muncul. Lusa juga tidak ada. Perasaanku sedih dan takut. Apa yang terjadi pada pertemuan pertama itu. Apakah dia dimarahi orang tuanya karena dekat dengan seseorang atau....(cukup aku tidak boleh berprasangka buruk, tapi aku cemas).
Esok hari aku harus memberanikan diri untuk mencegatnya. Setelah sholat magrib, aku menghampirinya di dekat tangga. Kamipun tersenyum malu-malu. Begitu ada kesempatan, aku langsung mengajaknya bermain. Alhamdulillah kamipun larut dalam permainan warna, menempel bentuk dan nyanyian warna. Alhamdulillah pertemuan hari ini kami benar-benar berkesan.
Esok harinya aku menstruasi. Bisa seminggu ini tidak bertemu Lia. Hari ke lima. Kami bertemu di stasiun. Awalnya aku hanya meliriknya ketika kami berpapasan. Ternyata dia ingat, dia mundur sambil memanggilku “kakak”, jariku digandengnya, diayun-ayunkannya, sambil menanyakan kemana saja aku selama ini. Aku bilang sakit. Lalu dia berkata, bukankah jika sakit tidak boleh keluar kemana-mana tapi harus istirahat. Perkataan itu pasti juga dilontarkan pada ibunya. Aku yakin, ibunya adalah orang yang baik, (bukan seperti yang pernah dia ceritakan). Kemudian dia bilang bahwa nanti dia akan ke masjid. Sayang aku tidak datang karena aku keluar dengan temanku. Miss U Lia... ini rahasia kita ^_^.

Jumat, 26 November 2010

I'TIKAF

Setiap tahun aku dan teman SMA ku (Sugiani) selalu menyempatkan untuk i’tikaf. Pada tahun 2010, aku sudah tinggal di Jakarta sedangkan dia tinggal di Banten. Kami sama-sama masuk CPNS pada tahun yang sama. Walaupun kami tinggal di kota yang berbeda, kami berupaya untuk beri’tikaf bersama. Setelah mengatur jadwal, akhirnya kami sepakat untuk i’tikaf di dua masjid di masing-masing kota tempat kami tinggal pada minggu yang berbeda. Minggu ke dua kami sepakat beri’tikaf di Masjid Raya Banten dan minggu ke tiga di Masjid Sunda Kelapa. Pada i’tikaf yang pertama,i’tikaf itu bisa kami laksanakan dan ternyata Sugiani mengatakan jika tidak ikut untuk i’tikaf yang ke dua karena dia sudah pulang kampung. Berhubung tidak ada teman untuk i’tikaf ke dua, maka sayapun tidak i’tikaf.
Sekitar satu bulan setelah lebaran, Sugiani ada kepentingan di Jakarta. Saya pun menemaninya. Hari itu adalah hari Jumat. Tinggal satu keperluan lagi dan hari sudah sore mendekati Isya, kamipun sepakat untuk untuk sholat di Masjid Sunda Kelapa. Hari itu terlihat ramai jamaah berpakaian serba putih. Kami mengira akan ada pengajian di masjid tersebut. Sambil menunggu janjian dengan temen kos Sugiani yang dulu, kami mengamati panitia yang sedang sibuk mempersiapkan acara. Ketika mengamati itulah, tak sengaja kami melihat papan pengumuman dan Subhanalloh ternyata hari itu akan diadakan I’tikaf. Kami masih tertegun atas apa yang kami alami. Kami serasa dipertemukan pada hari itu, kami serasa diarahkan menuju masjid itu. Dan saya pun sudah membawa baju ganti (baju olah raga). Sedangkan Sugiani tentunya juga sudah membawa baju ganti karena memang dia berniat nginap di kos saya. Tapi kami kemudian merasa resah karena kami tidak membawa mukena. Lalu kami berasumsi, jika memang Alloh menggiring kita ke tempat ini untuk i’tikaf, pasti akan dipermudah juga kelengkapan itu. Dan Alhamdulillah setelah bertanya pada takmir, masjid itu menyediakan mukena. Akhirnya dengan mengucap Bismillah, kami beri’tikaf pada hari itu. Subhanalloh terima kasih ya Rob, I’tikaf yang kami rencanakan bulan kemarin, Kau ridhoi pada hari ini.

Kamis, 23 September 2010

Belajar dari alam

ketika ku minta pada Alloh setangkai bunga segar, Ia beri ku kaktus berduri.
ku pun minta pada Nya binatang mungil nan cantik, Ia beri ku ulat berbulu.
ku sempat sedih, protes dan kecewa...
betapa tidak adilnya ini, namun kemudian, kaktus itu berbunga, sangat indah sekali.
dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik...
Itulah jalan Alloh, indah pada waktunya!
Alloh tidak memberi apa yang kita harapkan,
tapi Ia memberi apa yang kita perlukan..
Kadang kita sedih, kecewa, terluka,
tapi jauh di atas segalanya Ia sedang merajut yang terbaik untuk kita.
Subhanalloh....

Kamis, 12 November 2009

aku tau Kau sayang padaku

aku ga nyangka kalo aku adalah salah satu orang yang kau beri tanda (feeling)yang luar biasa. entah ini rejeki atau cobaan. setiap aku mengurus DKP, selalu Kau permudah dari awal sampai akhir..

Jumat, 30 Oktober 2009

PEMAIN SITER YANG TERSISIHKAN



Anda pasti tau siter, ya, alat musik yang konon berasal dari negeri cina. tapi di blitar sewaktu aku masih kecil, aku pernah melihat 1 laki-laki memainkan siter dan 2 perempuan sebagai sindennya. mereka orang yang sudah tua yang mereka memainkan dengan berkeliling. setelah lulus kuliah, aku kembali ke kota dan aku masih melihat mereka walau sudah jarang. mereka masih bertiga dan terlihat lebih tua.
15 tahun sejak pertama kali aku bertemu, akhirnya aku bertemu lagi. tapi kini hanya dua. aku bertanya kemana ibu yang satunya? setiap kali ada kesempatan bertemu aku ingin mengetahui di mana beliau tinggal dan sejarah mereka. Tapi kesempatan itu berkali-kali hilang. Setiap aku mengikuti, aku selalu kehilangan jejak. Ternyata aku tahu mereka naik angkutan. Berarti rumahnya jauh dari Kota Blitar.
sampai akhirnya kesempatan bertemu itu datang lagi, kebetulan aku harus menjemput saudaraku di stasiun. Setelah tugasku selesai, aku kehilangan lagi di mana mereka...
setiap jalan aku susuri dengan terus berdoa "Ya Rabb jika memang ini rejeki kita, kumohon pertemukan kami". Di jalan yang tergolong ramai, aku melihat 2 orang tua duduk di pinggir jalan, di sebuah lapak yang masih tutup. Ya itu mereka sang pemain siter. Alhamdulillah, keadaan mendukung, aku langsung menghampiri mereka. Laki-laki pemain siter itu bernama Sanidi umurnya 85 tahun dan perempuan itu bernama Kasih 76 tahun. Sedangkan perempuan satunya sudah meninggal sekitar 3 bulan yang lalu pada usia 64 tahun. Walau mereka sudah lanjut usia tapi mereka tetap bersemangat untuk terus menggaungkan siter yang mulai punah. Dulu mereka sering pentas di daerah Turen, di gedung-gedung aula. Mereka bercerita dengan bangganya. Dari pembicaraan itu aku merasa bahwa pendengaran mereka sangat bagus hanya pengelihatan mereka yang sudah mulai berkurang bahkan pak Sanidi sudah lama tak bisa melihat. Mereka pernah berniat untuk melihat makam pak Bung Karno sekalian bermain siter, tapi salah satu petugas menyuruhnya supaya hanya lewat saja. Anak-anak muda di kampung beliau juga enggan memainkan siter karena menurut mereka, anak-anak muda itu hanya sekolah saja. tak banyak yang beliau harapkan selain terus memainkan siter, uang yang mereka peroleh dari hasil tangggapan bermain siter digunakan untuk tabungan hari kematiannya. Kelak jika mereka meninggal, mereka tidak merepotkan orang lain untuk membeli kain kafannya. Ke Kota Blitar pun tidak setiap hari mereka lakukan karena kondisi tubuh mereka, jika kondisinya menurut mereka baik, mereka akan pergi ke Blitar. Biasanya 3 hari sekali. Sungguh, mendengar beliau becerita, aku menahan tangisku. Beliau pasti tidak ingin dikasihani karena beliau bercerita sambil tersenyum. Perasaanku campur aduk, aku tak tahan lagi. Akhirnya aku berpamitan. ya Rabb, adakah yang akan memuliakannya..jagalah mereka. Semoga aku bisa menemukan rumahnya untuk paling tidak aku menjadi salah satu orang yang bisa beliau terima kedatanganku...

Jumat, 21 Agustus 2009


father hand


saat itu usianya 26 tahun. dia akhirnya menikahi seorang perempuan yang didambakannya. 1 tahun kemudian lahirlah seorang bayi laki-laki yang lucu, 2 tahun kemudian lahirlah seorang bayi perempuan yang manis dan 5 tahun kemudian lahirlah seorang bayi laki-laki yang imut. mereka tumbuh dengan hujan kasih sayang. tahun demi tahun, anak-anak itu tumbuh dewasa. sedangkan orang tua mereka juga bertambah usinya. ketika sang ayah berusia 51 tahun, tubuhnya mulai dihinggapi penyakit, tubuhnya makin kurus. operasi telah dijalankan namun takdir tak dapat di tolak, 3 tahun kemudian ketika usianya 54 tahun. sang ayah kembali kepada Nya. siapa yang menyangka ketika dia masih berusia 26 tahun, ketika dia sedang menempuh hidup baru dengan istri pilihannya, dan 25 tahun kemudian beliau meninggal.
lalu bagaimana dengan kita..... sudah siapkah kita bertemu denganNya. bagaimana kalo bukan 25 tahun tapi 10 tahun atau bahkan 1 detik.
Ya Rabb sampaikan salam sayang hamba pada ayah. tak kan pernah kulupakan genggaman terakhir saat itu, seperti masih kurasakan mulai dari hangat hingga dinginnya tangan ayah.

Selasa, 10 Maret 2009

TERSANJUNG...

minggu tanggal 08 Maret 2009 aku dan ibu sedang jalan-jalan di jogja. setelah menyiapka doku dan tak lupa membawa rukuh. pagi kita berangkat jam 08.00 kami jalan-jalan di UGM sampai jam 10.30. lalu kami melanjutkan perjalanan ke malioboro dan pasar bringharjo. rencananya sih sampai jam 13.00 saja. karena sholat dhuhurnya di kontrakannya adik aja. setelah keliling sana sini dan bingung karena buanyak sekali pengunjung (maklum hari libur dan besok ada acara sekaten), kami memutuskan untuk segera pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.45. sambil berjalan menuju parkiran, kami melintasi kantor gubernuran. lalu aku mengajak ibu untuk mampir mumpung di jogja. trus ibu bilang emang boleh untuk umum. kayaknya boleh, tuh lihat ada orang yang mau keluar gerbang sambil bawa tas belanjaan kataku. apa di sana ada tembusannya ya pikirku. lalu ibu bilang atau kita harus lapor dulu ama satpam, tuh ada tulisannya "tamu harap lapor".

tak lama kemudian orang-orang yang membawa tas belanjaan keluar dari pagar dan disusul dengan seorang ibu dengan pakaian biasa yang sepertinya orang asli jogja bukan pengunjung. sementara itu aku dan ibu masih gontok-gontokan antara masuk ga ya...

eh tiba-tiba ibu yang terakhir tadi nyamperin kami dan bilang "mau sholat bu, di dalam ada mushola kok". subhanalloh kami langsung bengong ga percaya ada orang yang menawarkan seperti itu pada kami padahal kami ga menunjukkan kalau mencari mushola. dan sepertinya Alloh telah mengingatkan kami melalui orang tersebut. kami benar-benar tersanjung atas kejadian ini. Ya Alloh kami benar-benar tersanjung karena kami merasa menjadi salah satu makhlukMu yang kau beri petunjuk langsung. Alhamdulillah dan berikan rahmatMu pada ibu itu yang menjadi perantaraMu dalam mengingatkan kami.

Jumat, 05 Desember 2008

K E C O A . . . .! ! !

Ada yang menarik dengan kecoa....!!! sebenarnya saya agak geli dengan hewan ini. karena setiap hewan ini di suruh jangan dekat-dekat e...dia malah seperti diperintah untuk mendekat. tapi melalui hewan ini saya telah diingatkan olehNya.
ceritanya....waktu itu aku tidak bisa tidur malam karena ada kecoa yang berterbangan di ruang TV. Aku tertahan diruang TV sampai pada akhirnya si kecoa terbang ke ruang tamu. Aku langsung cepat-cepat masuk kamar, menutup pintu dan lampu saya nyalakan. sebelum tidur, aku membaca-baca buku, karena aku harus siaga! kalau-kalau si kecoa masuk kamar. Setelah benar- benar mengantuk dan sepertinya kecoa tidak akan masuk kamar, inilah saatnya mematikan lampu dan tidur... tapi ternyata kecoa itu masuk lewat bawah pintu dan..... ga tau kenapa kecoanya tiba-tiba terbalik. Untung terbalik, jadi kecoanya ga bisa terbang-terbang. tapi aku jadi tidak bisa tidur, aku harus mengawasi kecoa. berpikir bagaimana supaya kecoa bisa keluar dari kamar. Si kecoa berusaha keras membalikkan badannya. maka aku menyingkirkan kursi di dekatnya yang kira-kira bisa dia panjat dan digunakan untuk membalikkan badan. Aku pun berdoa "Ya Alloh, sesungguhnya aku benar-benar takut dengan hewan ini, ...". tapi sepertinya aku salah membuat kata-kata dalam berdoa. maka aku berhenti berdoa dan berpikir. , kenapa aku takut dengan hewan ini, bukankah kita hanya boleh takut pada Alloh. Ternyata benar, kecoa itu bisa membalikkan badan sendiri tanpa bantuan sandaran dari benda apapun. aku cepat-cepat merubah doaku "Ya Alloh maafkan aku, aku tidak takut pada apapun karena sesungguhnya aku hanya takut padaMu, tolong beri petunjuk pada kecoa itu untuk bisa keluar dari kamar ini". Doa itu terus aku ucapkan dan.... Subhanalloh kecoanya balik badan 180 derajat lalu secara perlahan keluar kamar lewat bawah pintu. Setelah itu, aku sempat bengong dengan apa yang baru saja terjadi. Aku kira hanya di Mekah dan Madinah saja doa itu cepat dikabulkan, ternyata.... kalo kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan yakin akan kebenaran dan pertolongan Alloh maka doa kita akan terkabul InsyaAlloh, dan sekarang...yap aku bisa tidur nyenyak setelah itu.

Selasa, 05 Agustus 2008

BERSABARLAH

Allah SWT pasti punya tujuan terhadap apa yang telah DIA berikan pada kita